<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sahara Jejaka</title>
	<atom:link href="http://sunanlimolas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sunanlimolas.wordpress.com</link>
	<description>Be Smart Brain With Pure Heart</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Sep 2008 18:39:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sunanlimolas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sahara Jejaka</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sunanlimolas.wordpress.com/osd.xml" title="Sahara Jejaka" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sunanlimolas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Umar dan Ramadhan</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/09/05/umar-dan-ramadhan-2/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/09/05/umar-dan-ramadhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 18:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana kita ketahui bersama, Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah meninggalnya Rasulullah Saw. Rasulullah Saw menjuluki beliau al-Faruq yang artinya pembeda atau yang membedakan. Julukan ini diberikan Rasul kepada Amirul mukminin karena sikap beliau yang selalu membedakan antara yang benar (haq) dan salah (bathil). Beliau dibaiat menjadi khalifah pada hari meninggalnya khalifah yang pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=35&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;">Sebagaimana kita ketahui bersama, Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah meninggalnya Rasulullah Saw. Rasulullah Saw menjuluki beliau <em>al-Faruq </em>yang artinya pembeda atau yang membedakan. Julukan ini diberikan Rasul kepada Amirul mukminin karena sikap beliau yang selalu membedakan antara yang benar (haq) dan salah (bathil). Beliau dibaiat menjadi khalifah pada hari meninggalnya khalifah yang pertama Abu Bakar as-Shiddiq.<span id="more-35"></span></p>
<p><font size="3">Setelah pengangkatan beliau sebagai seorang khalifah, yang pertama kali beliau lakukan adalah memecat Khalid bin Walid. Khalid bisa dibilang sukses dalam mengemban amanat yang telah diberikan Amirul mukminin kepada beliau, tetapi Umar ra. melihat perlu untuk memecat beliau dari jabatan kepala tentara islam. Pemecatan ini tidak dikarenakan kebencian atau pengkhianatan yang dilakukan oleh Khalid, tetapi khalid dipecat karena selalu mengedepankan peperangan daripada perdamaian, dan hal ini sebagaimana diungkapkan Umar ra. untuk mewujudkan rasa kasih sayang antar sesama manusia meskipun perbedaan akidah dan kepercayaan atau dengan kata lain mengutamakan perdamaian daripada kontak senjata.</p>
<p>Umar bin Khattab ra. adalah seorang khalifah yang pemberani. Hal ini bisa kita lihat pada banyaknya wilayah-wilayah di Jazirah Arab yang beliau taklukkan. Disamping pemberani dalam hal peperangan, beliau juga merupakan salah satu diantara sekian banyak sahabat Rasul yang mempunyai keberanian dan kecerdasan intelektual tersendiri. Kita ingat, misalnya, komentar Umar tentang tradisi mencium Hajar Aswad di sudut Ka&#8217;bah. &#8221;Andai saja Nabi tidak melakukan ini (mencium hajar aswad) , niscaya aku tidak sudi melakukannya,&#8221; kata Umar seperti digambarkan dalam salah satu <em>sunnah shahaby.</em> Beliau tentu telah berpikir panjang sebelum mengungkapkan buah pikirannya itu. Sebagai seorang khalifah yang intelek,umar pasti melihat sisi-sisi yang tidak rasional dari perilaku ibadah yang satu ini. Namun, Umar tetap mencium Hajar Aswad karena ketulusannya mengikuti apa pun yang dicontohkan Nabi.</p>
<p>Selama hidupnya, Umar dikenal banyak berijtihad dan melakukan tajdid (inovasi) dalam dunia islam. Dari beliaulah muncul ide penanggalan islam dan pengadaan kantor atau majelis, serta pemikiran cerdas lainnya yang kemudian menjadi pegangan dalam pelaksanaan ibadah.</p>
<p>Salah satu ijtihad Umar yang berkaitan dengan bulan Ramadhan adalah pelaksanaan shalat sunah Tarawih berjamaah. Dulu, umat islam menjalankan shalat tarawih sendiri-sendiri dirumah masing-masing. Sehingga masjid-masjid terkesan sepi setelah isya&#8217;. Berangkat dari situlah Umar memandang perlu untuk melontarkan ide shalat tarawih berjama&#8217;ah,dimana setiap individu menyatu dalam ikatan teologis untuk memupuk kebersamaan dan ukhuwah islamiyyah.</p>
<p>Dengan ide tersebut, Umar ra. mengajak kita untuk menghidupkan kembali semangat kemanusiaan yang berakar pada ajaran ukhuwah. Setiap mukmin merasakan suasana yang sama, sebagai simbol bahwa kebersamaan adalah tiang penting dari bangunan ukhuwah yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Khalifah Umar telah merintis tradisi kebersamaan ini dengan menyatukan pelaksanaan shalat Tarawih secara bersama. Suatu inovasi (tajdid) dalam ibadah dengan memberikan pertimbangan sosial untuk kemanusiaan. Di masjid setiap individu duduk bersama, dalam garis sejajar yang tidak memberikan kesempatan untuk meninggikan ataupun merendahkan antara satu dan yang lainnya.</p>
<p>Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyyah antara kita, yang telah lama terombang-ambing karena kepentingan-kepentingan yang dikedepankan oleh beberapa individu ataupun golongan, amin.</p>
<p><em>Ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi.</p>
<p></em></p>
<p></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=35&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/09/05/umar-dan-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibuku masih tertidur</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/03/05/ibuku-masih-tertidur/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/03/05/ibuku-masih-tertidur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 15:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[ibuku masih terlelap, ketika tetanggaku telah membangun menara, yang menjulang tinggi menggaruk mega, termasyhur diseantero jagat raya, bangunlah ibu… aku ingin kita membangun menara seperti mereka, ibuku masih tertidur, suatu pagi dimana tetanggaku lainnya telah sibuk, dengan barang dagangan yang begitu banyak, kapal-kapal datang dan pergi membawa ribuan kotak, keuntungan yang besar tak dapat dielak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=21&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ibuku masih terlelap,<br />
ketika tetanggaku telah membangun menara,<br />
yang menjulang tinggi menggaruk mega,<br />
termasyhur diseantero jagat raya,<br />
bangunlah ibu…<br />
aku ingin kita membangun menara seperti mereka,</p>
<p>ibuku masih tertidur,<br />
suatu pagi dimana tetanggaku lainnya telah sibuk,<br />
dengan barang dagangan yang begitu banyak,<br />
kapal-kapal datang dan pergi membawa ribuan kotak,<br />
keuntungan yang besar tak dapat dielak,<br />
bangunlah ibu,,<br />
aku ingin kita hidup makmur seperti mereka,<span id="more-21"></span></p>
<p>ah, ibuku masih enak-enakan tidur,<br />
ketika kulihat di teve,<br />
orang-orang di negeri seberang sana,<br />
sudah bisa pergi ke bulan,<br />
bertamasya dan berpose disana,<br />
bu, buka matamu ibu,<br />
aku sudah muak menjadi bulan-bulanan,<br />
dikejar hutang, dihimpit beban,<br />
aku ingin keluarga kita ada yang pergi ke bulan,<br />
bangunlah bu, kumohon,,</p>
<p>aduh, ibuku masih saja terus bermimpi,<br />
sementara orang-orang di sana sudah mewujudkan impiannya,<br />
khayalan mereka telah menjadi kenyataan,</p>
<p>bu, sekali lagi aku mohon,<br />
bangun,,<br />
kita bisa seperti mereka,<br />
bahkan kita bisa menjadi lebih baik dari mereka,<br />
kita mampu bu,<br />
bangunlah,,</p>
<p>bangunlah dan tunjukkan pada dunia,<br />
ibu tidak sedang tidur,<br />
bangunlah dan bisikkan pada mereka,<br />
rumah kita adalah surga,<br />
bangunlah dan katakan pada mereka,<br />
kitalah sebenar-benar Asia.</p>
<p>Teruntuk ibunda tercinta, Indonesia<br />
&#8220;Kau  kan tetap ku sayang, karena kau ibuku,<br />
Kau akan tetap kucinta, Walau kau miskin dan serba  kekurangan,<br />
Di sini, Hatiku kan selalu merindukanmu,<br />
Karena ibu tetaplah ibu, walau ia miskin,<br />
Karena ibu tetaplah ibu, meski ia terbelakang dan banyak hutang,</p>
<p>Dari rahimmu aku terlahir,<br />
Dengan air susumu aku tumbuh besar,<br />
Kau kan selalu dalam hati anak-anakmu,<br />
I miss you mom&#8221;</p>
<p>Cairo 030308</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=21&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/03/05/ibuku-masih-tertidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan bapak nak..!!</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/27/maafkan-bapak-nak/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/27/maafkan-bapak-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 14:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang lelaki yang hidup di sebuah kampung yang masih tergolong desa tertinggal. Pekerjaan saya selalu berganti-ganti, terkadang menjadi buruh tani, tukang bangunan atau bahkan hanya sekedar mencari rumput untuk kemudian dijual kepada orang yang mempunyai sapi ternak. Dua puluh tahun yang lalu saya menikah dengan seorang perempuan, sebut saja namanya Ratna. Dia berasal dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=17&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang lelaki yang hidup di sebuah kampung yang masih tergolong desa tertinggal. Pekerjaan saya selalu berganti-ganti, terkadang menjadi buruh tani, tukang bangunan atau bahkan hanya sekedar mencari rumput untuk kemudian dijual kepada orang yang mempunyai sapi ternak. Dua puluh tahun yang lalu saya menikah dengan seorang perempuan, sebut saja namanya Ratna. Dia berasal dari kampung tetangga, kurang lebih dua kilometer ke arah barat dari kampung saya. Saya menikahi Ratna karena dia seorang penyabar dan rendah hati, dan saya memilihnya untuk menjadi pendamping hidup saya, agar ia menutupi atau menambal kekurangan saya yang dikenal dengan orang yang cepat naik darah atau pemarah.<span id="more-17"></span></p>
<p>Memasuki tahun pertama dari usia pernikahan, kami sama-sama merasakan kebahagiaan rumah tangga yang mendalam. Meskipun hidup dengan ala kadarnya, tetapi Ratna tidak pernah mengeluh apalagi protes dengan keadaan saya yang serba kekurangan. Terus terang saja, untuk menikahi Ratna saya hanya bermodalkan cinta saya pada dia (untuk tidak mengatakan bermodal dhengkul). Pada bulan ketiga di tahun kedua pernikahan kami, Ratna melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Lalu kami memberinya nama Prapto, lengkapnya Suprapto. Semakin lama semakin tampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang dibanding anak-anak seusianya. Hal inilah yang membuat saya ingin memberikannya kepada orang lain untuk dijadikan anak asuh atau bahkan pelayan. Tapi Ratna mencegah niat buruk saya itu.</p>
<p>Tiga tahun setelah Prapto dilahirkan, Ratnapun melahirkan anak kedua kami, dan kali ini yang terlahir adalah bayi perempuan yang cantik, mungil dan lucu. Dengan kehadiran anak perempuan kami ini, kehidupan keluarga kami terasa sangat sempurna. Dan kami memberinya nama Wulandari. Saya sangat menyayangi Wulan, demikian juga Ratna. Seringkali kami mengajaknya pergi jalan-jalan ke kota dan membelikannya pakaian anak-anak dan boneka-boneka lucu kesukaannya. Dan beginilah kami mencurahkan kasih sayang kami kepada wulandari dengan sangat berlebihan.</p>
<p>Namun tidak demikian halnya dengan Prapto. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Dan ia tidak memiliki mainan apapun kecuali sebuah mobil-mobilan dari kayu yang dulu pernah saya buatkan untuk dia. Ratna berniat membelikannya satu stel pakaian baru, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Ratna selalu menuruti perkataan saya, sehingga iapun tidak jadi membelikan pakaian itu untuk prapto.</p>
<p>Saat Wulandari berusia 2 tahun, Ratna meninggal dunia karena penyakit liver yang dideritanya. Waktu itu Prapto sudah berusia 5 tahun, namun tingkah lakunya masih seperti anak berumur dua tahun. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Kalau kebanyakan orang mengenal gali lubang tutup lubang, sedangkan yang saya lakukan adalah gali lubang tapi gak ditutup-tutup.</p>
<p>Akhirnya saya mengambil sebuah keputusan tanpa melalui proses berfikir dengan jernih, dan saya sadari betul bahwa tindakan itu akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Wulandari. Prapto yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya pergi ke kota Solo setelah menjual segala perabotan rumah tangga yang tersisa untuk membayar hutang.</p>
<p>Nasib baik ternyata masih bersama saya, di Solo saya menikah kembali dengan seorang janda kembang yang bernama Wati. Tingkat kesabaran Wati tidak jauh beda dengan Ratna. Mereka berdua banyak memiliki kesamaan dalam sifat maupun perilaku, hanya satu yang membuat mereka berbeda, nasib. Ratna terlahir di desa dengan segala keterbelakangan dan kekurangannya, sedangkan Wati dilahirkan di Kota dengan segala kecukupannya.</p>
<p>Wati mempunyai sebuah toko mebel peninggalan suaminya, dan saya bekerja di toko itu bersama-sama dengan wati dan 15 orang karyawan lainnya. Kehidupan saya sekarang jauh lebih layak dibandingkan dengan kehidupan saya sewaktu di kampung. Singkat cerita, usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Dan berkat Wati, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Wulandari kini berumur 7 tahun dan kami menyekolahkan dia di sebuah Sekolah Dasar yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami.</p>
<p>Sepuluh tahun sudah saya meninggalkan kampung halaman saya.</p>
<p>Tidak ada lagi yang ingat tentang Prapto dan tidak ada lagi yang berusaha mengingatnya.</p>
<p>Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak kecil dengan baju yang sangat lusuh. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, <i>&#8220;</i>om, om kenal bapak caya gak? Caya kangen cekali dengan bapak caya<i>&#8220;</i></p>
<p>Setelah berkata demikian ia kemudian beranjak pergi, namun saya menahannya, &#8220;Tunggu&#8230;, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Nama caya plapto, om.&#8221;</p>
<p>&#8220;Prapto&#8230; Ya Tuhan! Kau benar-benar Prapto?&#8221;</p>
<p>Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, menyesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Setiap berangkat ke tempat kerja, secara tiba-tiba bayangan Prapto melintas di pikiran saya. Ya Prapto, bapak akan menjemput kamu nak,,&#8230;</p>
<p>Hari berganti hari, bayangan Prapto terus mengikuti kemana saya melangkah, hingga suatu siang saya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman saya dengan membawa Wati dan Wulandari. Sesampainya di kampung, saya memarkir mobil kijang biru saya di samping sebuah gubuk, dan Wati dengan pandangan heran menatap saya dari samping seraya bertanya&#8221; sebenarnya apa yang terjadi mas<i>?</i>&#8220;</p>
<p>Aku hanya bisa menjawab dalam hati &#8220;Wati, kau pasti akan membenciku andai aku ceritakan tentang masa laluku pada kamu&#8221;</p>
<p>Tapi demi menjaga rasa saling percaya dan pengertian yang kami pupuk sejak pernikahan kami, dengan terisak-isak sayapun menceritakan juga semuanya kepada Wati. Dan ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Dia telah memberikan istri yang begitu baik dan penuh pengertian.</p>
<p>Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Wati dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya. Dan Prapto&#8230;??</p>
<p>Saya meninggalkan ia di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali&#8230; Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.</p>
<p>Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama&#8230; Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Prapto sehari-harinya&#8230;</p>
<p>Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu&#8230; Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Tidak lama kemudian saya dan Wati mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget melihat bayangannya di kaca spion, karena memang malam itu gelap sekali. Hingga kemudian, terlihatlah wajah orang itu yang demikian lusuh dan kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.</p>
<p>&#8220;Heii&#8230;! Siapa kamu?! &#8220;Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, &#8220;Ibu, apa ibu kenal dengan anak kecil yang bernama Prapto? dulu ia tinggal di sini.&#8221;Ia menjawab, &#8220;Kalau kamu bapaknya, kamu sungguh terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu pergi meninggalkannya, Prapto terus menunggu bapaknya dan memanggil, bapak&#8230;. bapak&#8230;.&#8217; dan karena kasihan, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu prapto menulis sesuatu diatas secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya pun membaca tulisan di kertas itu&#8230;</p>
<p>&#8220;bapak, kenapa bapak tidak pernah kembali lagi kesini??, bapak marah ya sama prapto??, maafkan prapto ya pak, kalau bapak kembali kesini bapak harus janji untuk tidak pergi jauh lagi, biarlah prapto yang pergi dari sini..maafkan prapto pak.&#8221;</p>
<p>Airmatapun mengucur begitu deras, dan saya hanya bisa memohon kepada ibu itu untuk menunjukkan dimana Prapto sekarang &#8220;Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!&#8221;</p>
<p>Wati memeluk tubuh saya yang bergetar keras.</p>
<p>&#8220;Pak, semua sudah terlambat. Sehari sebelum bapak datang, Prapto telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggu bapaknya ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila bapaknya datang, bapaknya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana&#8230; Ia hanya berharap dapat melihat bapaknya dari belakang gubuk ini..&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya Allah ampunilah hamba-Mu yang penuh dosa ini, maafkan bapak nak,,&#8221;</p>
<p><em>Teruntuk seseorang yang kini tinggal di kompleks hatiku  </em>&#8220;<i>lelaki memang selalu menuntut lebih banyak dari apa yang ia punya, tapi wanita selalu bisa memberikan yang lebih banyak dari apa yang ia punya</i>&#8220;<em> (kangenku)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=17&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/27/maafkan-bapak-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HePi BeTdE</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/22/hepi-betde/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/22/hepi-betde/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 19:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/22/hepi-betde/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;manusia itu harus berkembangbiak&#8221; demikian ungkap Jaja Miharja dalam film Get married ketika menginginkan anak putri satu-satunya yang bernama Mae untuk segera menikah. Dimana dengan pernikahan ini kedua orang tua bisa lebih cepat terbebas dari tanggung jawab mereka untuk merawat, mendidik dan menafkahi anak putrinya tersebut. Manusia memang harus beranak dan berkembang biak, dan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=16&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;manusia itu harus berkembangbiak&#8221; demikian ungkap Jaja Miharja dalam film Get married ketika menginginkan anak putri satu-satunya yang bernama Mae untuk segera menikah. Dimana dengan pernikahan ini kedua orang tua bisa lebih cepat terbebas dari tanggung jawab mereka untuk merawat, mendidik dan menafkahi anak putrinya tersebut. Manusia memang harus beranak dan berkembang biak, dan dari hasil perkembangbiakan tersebut diharapkan riwayat keluarga akan terus berlanjut dan dilestarikan.<span id="more-16"></span></p>
<p>Pada tanggal duapuluh dua bulan dua duapuluh sekian tahun yang lalu\22-02-sembilan ratus delapanpuluhan (sengaja tahun kelahiran tidak disebutkan karena dianggap merugikan dan mengurangi nilai jual sang anak J) telah terlahir seorang anak manusia yang diberi nama Sunan Autad Sarjana, hasil dari proses perkembangbiakan sepasang kekasih yang bernama Pak Hart dan Bu Millati.<br />
Sunan, berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk jamak dari kata tunggal sunnah, dan yang dimaksud dengan sunnah disini tidak lain adalah sunnah Rasulullah Saw. Autad, juga berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk jamak dari kata watadun yang artinya pasak atau pondasi. Kata autad disebutkan dalam al-Qur&#8217;an (seingatku sih cuman sekali) yaitu pada ayat &#8220;wa fir&#8217;auna dzil autad&#8221;<br />
Sarjana, sebenarnya dari kata sarjono, nama kakek atau datuk yang kelima dari sang bayi atau dalam bahasa jawa disebut udheg-udheg, tapi karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi, terpaksa dirubah menjadi sarjana. &#8220;ben gak ndeso-ndeso nemen&#8221; ungkap sang ibu.<br />
Dari nama ini kedua orangtua mengharapkan agar sang anak membekali dirinya dengan sunnah Rasul dan menjadikan sunnah tersebut sebagai pondasi sebelum akhirnya menjalani kehidupan yang penuh dengan dilemma dan problematika ini. Dan berangkat dari harapan inilah kedua orangtuanya berkeinginan keras agar ia melanjutkan pendidikannya disalah satu pondok pesantren di Jawa Timur. Yah, ini semacam pemaksaan, karena sang anak tidak diberi kebebasan untuk memilih di sekolah mana ia akan melanjutkan studinya setelah menyelesaikan pendidikan SLTP-nya, gimana mau milih?, lha wong bicara sama ortunya soal minatnya ke bidang Matematika aja langsung dihajar habis-habisan (dihajar secara lisan maksudnya J)</p>
<p>Setelah sekian tahun menjalani kehidupan dan pendidikannya di pondok pesantren tersebut dengan penuh liku-liku dan laki-laki (kok laki-laki?, pikir aja ndiri ah) akhirnya ia sekarang melanjutkan pendidikan S1-nya di salahsatu universitas di Mesir, alhamdulillah.<br />
Tapi yang aneh, setiap ulangtahunnya dari tahun kelahiran sampe sekarang belum ada seorangpun yang mengucapkan &#8220;selamat ulang tahun sayang&#8221; kecuali dirinya sendiri. Yang ada hanya ucapan &#8220;selamat ulang tahun kawan, sahabat, pren, mas, dik, paklik&#8221;. Dan perlu diketahui, hal ini tidak menunjukkan bahwa anak tersebut tidak laku, tapi ia masih dalam proses atau tahapan menunggu tanpa mencari ( maksud loh?). Proses inilah yang memaksanya untuk mengucapkan&#8221;met ultah sayang&#8221; pada dirinya sendiri, karena hanya ia yang menyanyangi dirinya, dan ia akan terus mengucapkan kalimat tersebut di setiap momen hari kelahirannya sampai nanti ketika akhirnya ia secara terpaksa atau dipaksa bertemu oranglain dengan jenis kelamin wanita yang menyayanginya. (moga aja gak lama lagi)</p>
<p>teruntuk diriku sendiri &#8220;Met ultah yang kesekian kalinya, moga sisa umur yang diberikan Allah bermanfaat dan membawa berkah, amin&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=16&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/22/hepi-betde/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Please forgive me</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/17/please-fogive-me/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/17/please-fogive-me/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 00:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[It still feels like our first night together Feels like the first kiss It&#8217;s getting better baby No one can better this Still holding on You&#8217;re still the one First time our eyes met Same feeling I get Only feels much stronger I wanna love you longer Do you still turn the fire on? So [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=14&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It still feels like our first night together<br />
Feels like the first <strike>kiss<br />
</strike>It&#8217;s getting better baby<br />
No one can better this</p>
<p>Still holding on<br />
You&#8217;re still the one<br />
First time our eyes met<br />
Same feeling I get<br />
Only feels much stronger<br />
I wanna love you longer<br />
Do you still turn the fire on?<br />
So if you&#8217;re feeling lonely, don&#8217;t<br />
You&#8217;re the only one I&#8217;ll ever want<br />
I only want to make it go<br />
So if I love you a little more than I should &#8230;<span id="more-14"></span></p>
<p>Please forgive me, I know not what I do<br />
Please forgive me, I can&#8217;t stop loving you<br />
Don&#8217;t deny me, this pain I&#8217;m going through<br />
Please forgive me, if I need you like I do<br />
Please believe me (Oh believe it), every word I<br />
Please forgive me, I can&#8217;t stop loving you</p>
<p>Still feels like our best times are together<br />
Feels like the first touch<br />
Still getting closer baby<br />
Can&#8217;t get closer enough<br />
Still holding on<br />
You&#8217;re still number one</p>
<p>I remember the smell of your skin<br />
I remember everything<br />
I remember all the moves<br />
I remember you yeah<br />
I remember the nights, you know I still do</p>
<p>So if you&#8217;re feeling lonely, don&#8217;t<br />
You&#8217;re the only one I&#8217;ll ever want<br />
I only want to make it go<br />
So if I love you a little more than I should &#8230;</p>
<p>Please forgive me, I know not what I do<br />
Please forgive me, I can&#8217;t stop loving you<br />
Don&#8217;t deny me, this pain I&#8217;m going through<br />
Please forgive me, if I need you like I do<br />
Please believe me (Oh believe it), every word I say is true<br />
Please forgive me, I can&#8217;t stop loving you</p>
<p>The one thing I&#8217;m sure of<br />
Is the way we make love<br />
The one thing I depend on<br />
Is for us to stay strong<br />
With every word and every breath I&#8217;m praying<br />
That&#8217;s why I&#8217;m saying</p>
<p>Please forgive me, I know not what I do<br />
Please forgive me, I can&#8217;t stop loving you<br />
Don&#8217;t deny me, this pain I&#8217;m going through<br />
Please forgive me, if I need you like I do<br />
Babe believe it, every word I say is true<br />
Please forgive me, if I can&#8217;t stop loving you<br />
No, believe, I don&#8217;t know what I do<br />
Please forgive me, I can&#8217;t stop loving you<br />
I can&#8217;t stop &#8230; loving you &#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=14&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2008/02/17/please-fogive-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>i’m gonna live today like it’s my last day</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/25/i%e2%80%99m-gonna-live-today-like-it%e2%80%99s-my-last-day/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/25/i%e2%80%99m-gonna-live-today-like-it%e2%80%99s-my-last-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 14:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/25/i%e2%80%99m-gonna-live-today-like-it%e2%80%99s-my-last-day/</guid>
		<description><![CDATA[Kematian adalah sesuatu yang pasti tapi tidak pasti, pasti karena ia akan mendatangi setiap makhluk yang bernyawa, manusia ataupun binatang, tak pandang bulu siapapun orangnya, baik tukang sapu, tukang tipu, tukang batu , bahkan jenderal sekalipun pasti akan merasakan kematian, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt &#8220;kullu nafsin dzaiqatul maut&#8221;. Dan tidak pasti kapan ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=10&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kematian adalah sesuatu yang pasti tapi tidak pasti, pasti karena ia akan mendatangi setiap makhluk yang bernyawa, manusia ataupun binatang, tak pandang bulu siapapun orangnya, baik tukang sapu, tukang tipu, tukang batu , bahkan jenderal sekalipun pasti akan merasakan kematian, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt &#8220;kullu nafsin dzaiqatul maut&#8221;. <span id="more-10"></span>Dan tidak pasti kapan ia akan datang, ia bisa saja datang pagi, siang, atau sore, pada saat usia senja ataupun masih muda, bahkan bayi yang baru lahirpun bisa saja mati sebelum menikmati indahnya dunia ini. Jadi, jangan anggap orang yang nampak dari luarnya sudah mendekati game over akan mati lebih cepat daripada orang yang baru memainkan kehidupannya pada level pertama atau bahkan dari orang yang belum memulainya sekalipun.<br />
Ada pengalaman pribadi yang sampai saat ini masih terniang-niang dalam benak saya, pada saat itu saya sedang berjalan menuju counter hp yang terletak di daerah marghani, nama sebuah kota kecil di pinggiran kota Cairo,sekitar 50 meter dari dari kuliyah banat. Sebuah jalanan lurus memanjang yang sangat ramai dengan kendaraan roda empat, sangat sulit untuk menyeberang jalan, karena memang disana tidak ada jembatan penyeberangan dan lampu lalu lintas. Entah sengaja atau tidak sengaja, Allah memperlihatkan kepada saya bagaimana sebuah mobil menabrak dua orang yang menyeberang dari arah kanan jalan, kemudian sang sopir mobil itu malah semakin menarik gas dan mencoba lari dari korban (sebuah usaha tabrak lari) dan tanpa ia sadari dari arah kiri ada dua orang yang menyeberang, lalu praaakkkk&#8230;.., dua orang itupun ditabrak pula olehnya. Empat orang meninggal dunia.<br />
Mungkin cerita seperti ini sudah biasa dan sering kita dengar bersama, bahkan saya yakin banyak diantara kalian yang punya cerita atau berita yang lebih mengerikan dari apa yang saya ceritakan. Tapi, marilah kita coba untuk membayangkan dan berfikir, kira-kira apakah korban kecelakaan tersebut sudah siap untuk dijemput oleh kematian? Kira-kira apakah sang korban sudah pamitan pada keluarganya yang dia tinggal?. Bagaimana perasaan orang tersebut kalau dia menyeberang jalan hanya untuk membelikan makanan buat anak-anaknya yang sudah menunggunya di rumah?. Ah, kematian memang tidak pernah kenal kompromi, siap atau tidak siap kalau dia sudah datang menjemput, maka tak ada tempat bagi kita untuk lari darinya.<br />
Oleh karena itu teman-teman, jika kita masih bisa terbangun pagi dan menikmati hangatnya mentari pada hari itu, janganlah kita menunggu sore atau bahkan esok hari. Karena pada hari ini kita hidup, bukan esok hari yang belum tentu datang menjemput. Yah, pada hari ini dengan embun paginya yang menyejukkan hati, dan mentarinya yang menghangatkan tubuh adalah hari kita. Karena esok hari, mungkin mentari itu tidak lagi menyapa anda. Umur anda hanya sehari, karena itu anggaplah durasi dan rentang kehidupan anda hanya sehari, seolah-olah anda terlahir hari ini dan akan mati hari ini juga.<br />
Jika kita merasa bahwa kita hanya hidup untuk sehari saja, maka sudah seharusnya kita mencurahkan segala perhatian dan usaha kita untuk menjalani hari ini dengan baik. Pada hari ini kita harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu&#8217;, membaca Al-Quran yang sarat tadabbur, berdzikir dengan sepenuh hati, serta belajar dengan sungguh-sungguh, karena esok hari, mungkin saja kita tidak bisa mengerjakan itu semua..<br />
Pada hari ini anda harus menyuguhkan senyuman termanis kepada semua orang, menyapa setiap teman dengan ramah dan akrab, menolong yang perlu ditolong, mengerjakan apa yang bisa dikerjakan dengan baik, karena esok hari, mungkin tidak ada kesempatan lagi untuk kita berbuat dan berinteraksi dengan baik. Hanya untuk hari ini saja, yah, hanya untuk hari ini saja saat mana kita hidup dan bergerak. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat dimana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Ilahi anta maqsudi wa ridhaka mathlubi.</p>
<p align="right">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=10&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/25/i%e2%80%99m-gonna-live-today-like-it%e2%80%99s-my-last-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jadikan dia khadijahku</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/21/jadikan-dia-khadijahku/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/21/jadikan-dia-khadijahku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 00:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/21/jadikan-dia-khadijahku/</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah berikan aku jodoh yang sangat cantik, dan jadikanlah jodohku adalah seorang wanita yang sangat cantik,,kalo dia jelek dan tidak cantik,, jadikan dia jodoh orang lain saja ya Allah,, Ya Tuhanku, jika aku jauh dari hatinya maka dekatkanlah,dan jika kami sudah saling dekat maka jadikan kami semakin dekat lagi,, pokoknya jangan jauh-jauh deh,, oke??? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=7&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah berikan aku jodoh yang sangat cantik, dan jadikanlah jodohku adalah seorang wanita yang sangat cantik,,kalo dia jelek dan tidak cantik,, jadikan dia jodoh orang lain saja ya Allah,,<span id="more-7"></span><br />
Ya Tuhanku, jika aku jauh dari hatinya maka dekatkanlah,dan jika kami sudah saling dekat maka jadikan kami semakin dekat lagi,, pokoknya jangan jauh-jauh deh,, oke???</p>
<p>Ya Allah, jika wanita cantik itu menjadi jodoh orang lain, maka jauhkanlah dia dari jodohnya dan jodohkanlah denganku,, tapi kalo dia memang sudah jadi jodohku,, aduh,, thanks banget,, jangan dirubah ya,,</p>
<p>Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, hamba-Mu ini memohon dengan sangat khusyuk,, kalo tidak khusyuk itu pasti bukan aku,, mungkin temenku atau temennya temenku,, so,, kabulkan doaku ini ya,, please&#8230;!!!</p>
<p>thanks 4 Allah, memang hanya Engkau Tuhanku yang Maha Segalanya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=7&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/21/jadikan-dia-khadijahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Izinkan aku membakar surga-Mu</title>
		<link>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/20/izinkan-aku-membakar-surga-mu/</link>
		<comments>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/20/izinkan-aku-membakar-surga-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 21:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunanlimolas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/20/izinkan-aku-membakar-surga-mu/</guid>
		<description><![CDATA[Masih terniang dalam ingatanku, ketika aku berumur kurang lebih 8 tahun, aku pernah bertanya pada seorang guru Pendidikan Agama di SDku &#8220;kenapa sih pak kita harus sholat, puasa dan membayar zakat?.&#8221; Layaknya seorang yang tahu benar akan agama beliau menjawab: &#8220;agar kalian masuk Surga dan jauh dari api neraka&#8221;. Yah, jawaban yang singkat itulah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=4&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih terniang dalam ingatanku, ketika aku berumur kurang lebih 8 tahun, aku pernah bertanya pada seorang guru Pendidikan Agama di SDku &#8220;kenapa sih pak kita harus sholat, puasa dan membayar zakat?.&#8221; Layaknya seorang yang tahu benar akan agama beliau menjawab:<span>  </span>&#8220;agar kalian masuk Surga dan jauh dari api neraka&#8221;. <span id="more-4"></span>Yah, jawaban yang singkat itulah yang mendorongku untuk selalu rajin beribadah dan beramal sholeh. Bahkan, setiap berdoa akupun gak pernah lupa untuk selalu melafadzkan “ Allahumma inna nas’aluka ridhaaka wal jannata wa na’uudzubika min sakhatika wannaar”. Ya Allah aku memohon keridhaan dan surga-Mu dan aku berlindung dari murka dan siksa neraka-Mu.</p>
<p class="MsoNormal"><span>Hari berganti hari seiring bulan mengelilingi bumi (opo iki maksude?), dan waktupun terus berjalan, akupun sadar bahwa aku tidak hanya sendirian, disana ada ribuan bahkan jutaan orang yang sama denganku dalam hal ini; mengharapkan surga dan menjauhi api neraka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Cobalah kau sapa orang yang sedang berdiam diri di masjid dengan tasbih melingkar di jari-jari tangannya itu, cobalah kau dekati bapak tua yang selalu memangku al-Quran dengan mulutnya yang selalu bergerak membuka dan menutup itu, sapalah pemuda berdasi yang rela menyisihkan setengah kekayaannya untuk donasi yayasan yatim piatu itu, tanyakan kepada mereka, kenapa mereka mau melakukan itu semua dan apa yang menjadi tujuan mereka?.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Yah, surga (keindahan dari segala keindahan, tidak satu matapun yang pernah melihat keindahan itu, dan tidak satu telingapun yang pernah mendengar tentang keindahan sepertinya) dengan taman-tamannya yang indah dan bidadarinya yang cantik, dimana setiap penduduknya tidak akan pernah kekurangan sesuatu apapun, seolah-olah menjadi tujuan akhir dan tempat tinggal terindah (real estate) untuk semua umat manusia.<span>  </span>Disamping itu, neraka dengan apinya yang berkobar-kobar seakan-akan menjadi tempat yang paling tidak nyaman untuk ditinggali, hingga semua orang memohon agar ia tidak ditempatkan di dalamnya setelah hari kebangkitan nanti. Hal inilah yang membuat semua orang berusaha untuk mencari tiket masuk surga, bahkan banyak diantara mereka yang<span>  </span>menggunakan seluruh waktunya untuk beribadah siang dan malam agar bisa mendapatkan KTP surga, menetap dan tinggal didalamnya selaku penduduk. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Adalah Syahdan, seorang sufi masyhur itu berjalan menyusuri jantung kota Bagdad yang hiruk-pikuk. Ia menjinjing seember air dan sebuah obor. Ketika ditanya hendak kemana, ia menjawab enteng: “Aku akan membakar surga dengan oborku ini dan memadamkan api neraka dengan air!” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Beliau dan juga Rabi’ah al-Adawiyah resah dengan tingkat ketulusan manusia, khususnya umat islam dalam beribadah dan menjalankan syari’atnya. Beribadah hanya untuk mendapatkan surga dan terjauh dari api neraka. Singkat kata, manusia beribadah hanya dengan iming-iming tertentu. Beribadah dengan mental budak dan pedagang, selalu ingin mendapatkan untung dan takut akan kerugian. Manusia telah lupa dengan Sang Maha Agung yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Keresahan dan ambisi beliau ini tentunya sangat kontras sekali dengan para mujahid bom bunuh diri dengan jihad versi mereka,yang mengorbankan nyawa-nyawa tak bersalah hanya untuk menggapai surga. What kind of jihad like this bro?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hal inilah yang membuat Rabi’ah tergerak untuk membuang jauh iming-iming itu seraya bersenandung <span> </span>“ Ya Allah, jika aku menyembah-Mu hanya karena ingin mendapatkan surga, maka jauhkanlah aku darinya, dan jika aku menyembah-Mu karena takut akan api neraka maka jatuhkanlah aku kedalamnya”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Wahai kawan (ceile akrab banget), “benarkah, jika surga dan neraka tak pernah ada kita masih mau bersujud dan menyembah-Nya?.”mari kita sama-sama memperbaiki niat kita untuk beribadah lillahi ta’ala bukan lil jannah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Wallahu a’lam bisshawab.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><em> </em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunanlimolas.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunanlimolas.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunanlimolas.wordpress.com&amp;blog=2089668&amp;post=4&amp;subd=sunanlimolas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunanlimolas.wordpress.com/2007/11/20/izinkan-aku-membakar-surga-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/998067e78219fa0591f833222637bb8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sunanlimolas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
