Posted by: sunanlimolas | September 5, 2008

Umar dan Ramadhan

Sebagaimana kita ketahui bersama, Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah meninggalnya Rasulullah Saw. Rasulullah Saw menjuluki beliau al-Faruq yang artinya pembeda atau yang membedakan. Julukan ini diberikan Rasul kepada Amirul mukminin karena sikap beliau yang selalu membedakan antara yang benar (haq) dan salah (bathil). Beliau dibaiat menjadi khalifah pada hari meninggalnya khalifah yang pertama Abu Bakar as-Shiddiq.

Setelah pengangkatan beliau sebagai seorang khalifah, yang pertama kali beliau lakukan adalah memecat Khalid bin Walid. Khalid bisa dibilang sukses dalam mengemban amanat yang telah diberikan Amirul mukminin kepada beliau, tetapi Umar ra. melihat perlu untuk memecat beliau dari jabatan kepala tentara islam. Pemecatan ini tidak dikarenakan kebencian atau pengkhianatan yang dilakukan oleh Khalid, tetapi khalid dipecat karena selalu mengedepankan peperangan daripada perdamaian, dan hal ini sebagaimana diungkapkan Umar ra. untuk mewujudkan rasa kasih sayang antar sesama manusia meskipun perbedaan akidah dan kepercayaan atau dengan kata lain mengutamakan perdamaian daripada kontak senjata.

Umar bin Khattab ra. adalah seorang khalifah yang pemberani. Hal ini bisa kita lihat pada banyaknya wilayah-wilayah di Jazirah Arab yang beliau taklukkan. Disamping pemberani dalam hal peperangan, beliau juga merupakan salah satu diantara sekian banyak sahabat Rasul yang mempunyai keberanian dan kecerdasan intelektual tersendiri. Kita ingat, misalnya, komentar Umar tentang tradisi mencium Hajar Aswad di sudut Ka’bah. ”Andai saja Nabi tidak melakukan ini (mencium hajar aswad) , niscaya aku tidak sudi melakukannya,” kata Umar seperti digambarkan dalam salah satu sunnah shahaby. Beliau tentu telah berpikir panjang sebelum mengungkapkan buah pikirannya itu. Sebagai seorang khalifah yang intelek,umar pasti melihat sisi-sisi yang tidak rasional dari perilaku ibadah yang satu ini. Namun, Umar tetap mencium Hajar Aswad karena ketulusannya mengikuti apa pun yang dicontohkan Nabi.

Selama hidupnya, Umar dikenal banyak berijtihad dan melakukan tajdid (inovasi) dalam dunia islam. Dari beliaulah muncul ide penanggalan islam dan pengadaan kantor atau majelis, serta pemikiran cerdas lainnya yang kemudian menjadi pegangan dalam pelaksanaan ibadah.

Salah satu ijtihad Umar yang berkaitan dengan bulan Ramadhan adalah pelaksanaan shalat sunah Tarawih berjamaah. Dulu, umat islam menjalankan shalat tarawih sendiri-sendiri dirumah masing-masing. Sehingga masjid-masjid terkesan sepi setelah isya’. Berangkat dari situlah Umar memandang perlu untuk melontarkan ide shalat tarawih berjama’ah,dimana setiap individu menyatu dalam ikatan teologis untuk memupuk kebersamaan dan ukhuwah islamiyyah.

Dengan ide tersebut, Umar ra. mengajak kita untuk menghidupkan kembali semangat kemanusiaan yang berakar pada ajaran ukhuwah. Setiap mukmin merasakan suasana yang sama, sebagai simbol bahwa kebersamaan adalah tiang penting dari bangunan ukhuwah yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.

Khalifah Umar telah merintis tradisi kebersamaan ini dengan menyatukan pelaksanaan shalat Tarawih secara bersama. Suatu inovasi (tajdid) dalam ibadah dengan memberikan pertimbangan sosial untuk kemanusiaan. Di masjid setiap individu duduk bersama, dalam garis sejajar yang tidak memberikan kesempatan untuk meninggikan ataupun merendahkan antara satu dan yang lainnya.

Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyyah antara kita, yang telah lama terombang-ambing karena kepentingan-kepentingan yang dikedepankan oleh beberapa individu ataupun golongan, amin.

Ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi.


Responses

  1. akhirnya…
    diupdate juga…

  2. Ramadhan kariem akhi…:D AKHI? oia..kalu boleh saya simpulkan dari tulisan diatas tentang khalid dan umar ra dalam pandangan ilmu international relation, khalid bermadzhab realis dan umar lebih ke neo-liberalis..hehe..
    tapi keto’e ada sebab lain dalam pemecatan khalid tersebut..

  3. amiiin amiiin
    ta cepet pulangdong
    kayanya di gontor perlu orang yangpunya pandangan kaya ente nih
    berpikiran bebas n bener2 umar
    tapi jangan cumabuat pengetahuan aja uta
    dijalanin juga
    keeey

  4. wahaha


Leave a response

Your response:

Categories