Posted by: sunanlimolas | November 25, 2007

i’m gonna live today like it’s my last day

Kematian adalah sesuatu yang pasti tapi tidak pasti, pasti karena ia akan mendatangi setiap makhluk yang bernyawa, manusia ataupun binatang, tak pandang bulu siapapun orangnya, baik tukang sapu, tukang tipu, tukang batu , bahkan jenderal sekalipun pasti akan merasakan kematian, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Swt “kullu nafsin dzaiqatul maut”. Dan tidak pasti kapan ia akan datang, ia bisa saja datang pagi, siang, atau sore, pada saat usia senja ataupun masih muda, bahkan bayi yang baru lahirpun bisa saja mati sebelum menikmati indahnya dunia ini. Jadi, jangan anggap orang yang nampak dari luarnya sudah mendekati game over akan mati lebih cepat daripada orang yang baru memainkan kehidupannya pada level pertama atau bahkan dari orang yang belum memulainya sekalipun.
Ada pengalaman pribadi yang sampai saat ini masih terniang-niang dalam benak saya, pada saat itu saya sedang berjalan menuju counter hp yang terletak di daerah marghani, nama sebuah kota kecil di pinggiran kota Cairo,sekitar 50 meter dari dari kuliyah banat. Sebuah jalanan lurus memanjang yang sangat ramai dengan kendaraan roda empat, sangat sulit untuk menyeberang jalan, karena memang disana tidak ada jembatan penyeberangan dan lampu lalu lintas. Entah sengaja atau tidak sengaja, Allah memperlihatkan kepada saya bagaimana sebuah mobil menabrak dua orang yang menyeberang dari arah kanan jalan, kemudian sang sopir mobil itu malah semakin menarik gas dan mencoba lari dari korban (sebuah usaha tabrak lari) dan tanpa ia sadari dari arah kiri ada dua orang yang menyeberang, lalu praaakkkk….., dua orang itupun ditabrak pula olehnya. Empat orang meninggal dunia.
Mungkin cerita seperti ini sudah biasa dan sering kita dengar bersama, bahkan saya yakin banyak diantara kalian yang punya cerita atau berita yang lebih mengerikan dari apa yang saya ceritakan. Tapi, marilah kita coba untuk membayangkan dan berfikir, kira-kira apakah korban kecelakaan tersebut sudah siap untuk dijemput oleh kematian? Kira-kira apakah sang korban sudah pamitan pada keluarganya yang dia tinggal?. Bagaimana perasaan orang tersebut kalau dia menyeberang jalan hanya untuk membelikan makanan buat anak-anaknya yang sudah menunggunya di rumah?. Ah, kematian memang tidak pernah kenal kompromi, siap atau tidak siap kalau dia sudah datang menjemput, maka tak ada tempat bagi kita untuk lari darinya.
Oleh karena itu teman-teman, jika kita masih bisa terbangun pagi dan menikmati hangatnya mentari pada hari itu, janganlah kita menunggu sore atau bahkan esok hari. Karena pada hari ini kita hidup, bukan esok hari yang belum tentu datang menjemput. Yah, pada hari ini dengan embun paginya yang menyejukkan hati, dan mentarinya yang menghangatkan tubuh adalah hari kita. Karena esok hari, mungkin mentari itu tidak lagi menyapa anda. Umur anda hanya sehari, karena itu anggaplah durasi dan rentang kehidupan anda hanya sehari, seolah-olah anda terlahir hari ini dan akan mati hari ini juga.
Jika kita merasa bahwa kita hanya hidup untuk sehari saja, maka sudah seharusnya kita mencurahkan segala perhatian dan usaha kita untuk menjalani hari ini dengan baik. Pada hari ini kita harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu’, membaca Al-Quran yang sarat tadabbur, berdzikir dengan sepenuh hati, serta belajar dengan sungguh-sungguh, karena esok hari, mungkin saja kita tidak bisa mengerjakan itu semua..
Pada hari ini anda harus menyuguhkan senyuman termanis kepada semua orang, menyapa setiap teman dengan ramah dan akrab, menolong yang perlu ditolong, mengerjakan apa yang bisa dikerjakan dengan baik, karena esok hari, mungkin tidak ada kesempatan lagi untuk kita berbuat dan berinteraksi dengan baik. Hanya untuk hari ini saja, yah, hanya untuk hari ini saja saat mana kita hidup dan bergerak. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat dimana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Ilahi anta maqsudi wa ridhaka mathlubi.

 


Responses

  1. tiada guna menyesali..tiada waktu berputar kembali..hanya amalan yang kita bawa nanti..moga khusnul khotimah..amien………

  2. amien, ya rabb.

  3. kematian adalah daun
    yang menunggu datangnya musim
    dia kuncup dan sewaktu-waktu
    akan runtuh

  4. selamat datang buat om dal, makasih dah mau mampir,,


Leave a response

Your response:

Categories